Gaya prosa
Anafora
Majas retoris yang mengulang satu kata atau frasa di awal klausa-klausa bertetangga, memberi penekanan pada kata-kata yang diulang itu.
Dalam retorika, anafora (Yunani anaphorá, "membawa kembali") adalah "perangkat retoris yang terdiri dari pengulangan rangkaian kata di awal klausa-klausa bertetangga, dengan demikian memberi mereka penekanan". Cerminnya adalah epistrophe, "pengulangan kata di ujung-ujung klausa". Fungsi-fungsi menurut artikelnya: anafora "menambahkan ritme pada sebuah kata sekaligus membuatnya lebih nikmat dibaca dan lebih mudah diingat", dan ia menyasar "emosi audiens demi mempersuasi, menginspirasi, memotivasi, dan menyemangati mereka". Kanonnya berjalan dari "Suara TUHAN" dalam Mazmur 29 sampai "We cannot dedicate, we cannot consecrate, we cannot hallow this ground" milik Lincoln, "I have a dream" milik King, dan "It was the best of times, it was the worst of times" milik Dickens.
Bagi penulis prosa, ia adalah perangkat kresendo: dua-tiga pengulangan mengangkat sebuah bagian, satu halaman penuh mendengungkan. Ia mengulang kata di tempat aliterasi mengulang bunyi, dan ia milik telinga yang sama dengan asonansi.
Sumber
- Wikipedia: Anaphora (rhetoric) fetched 2026-10-16