KANONARA

Genre

Dying Earth

Science fantasy atau fiksi ilmiah yang berlatar masa depan jauh pada akhir kehidupan di Bumi, saat hukum-hukum alam semesta sendiri mulai gagal.

Dying Earth (bumi sekarat) adalah subgenre science fantasy atau fiksi ilmiah yang berlangsung di masa depan jauh, baik pada akhir kehidupan di Bumi maupun akhir waktu, saat hukum-hukum alam semesta sendiri mulai gagal. Ia tidak berurusan dengan kehancuran katastrofik melainkan dengan kelelahan entropik Bumi, yang membuatnya lebih melankolis daripada fiksi apokaliptik; tema-tema berulangnya adalah kejenuhan dunia, entropi, kematian panas alam semesta, sumber daya yang terkuras, dan harapan pembaruan. Kumpulan cerpen The Dying Earth karya Jack Vance memberi subgenre ini namanya, membangun di atas Zothique karya Clark Ashton Smith; The Book of the New Sun karya Gene Wolfe dan kisah-kisah Viriconium karya M. John Harrison meneruskan modenya, dan The Time Machine karya H. G. Wells sudah berakhir pada sebuah Bumi yang membeku tanpa matahari.

Bagi penulis novel dan serial web, ini adalah science fantasy dalam nada elegisnya yang paling pekat: sihir dan sains yang hilang kabur menjadi satu, dan latar itu sendirilah antagonisnya. Batasnya terhadap fiksi pascaapokaliptik patut dijaga: keruntuhan telah selesai, jadi ceritanya datang dari apa yang tersisa, bukan dari apa yang pecah.

Sumber

Lihat juga