Gaya prosa
Eye dialect
Eye dialect adalah ejaan tak baku yang menandai pembicara sebagai kolokial atau kurang terdidik sambil tetap cocok dengan pelafalan baku: enuff untuk enough.
Dalam kesusastraan, eye dialect adalah "pemakaian ejaan tak baku untuk menandakan bahwa seorang tokoh berbicara dengan cara kolokial, dialektal, atau kurang terdidik, sering demi efek komik". George Philip Krapp mencetuskan istilahnya dalam The English Language in America (1925), dan pengertian ketat yang ditariknya sempit: ejaan-ejaan ulang itu, bloo untuk blue, enuff untuk enough, merepresentasikan pelafalan baku, jadi konvensi yang dilanggar adalah konvensi mata, bukan konvensi telinga. Istilah itu sering dilebarkan untuk juga mencakup ejaan pelafalan, dat untuk that yang sungguh-sungguh tak baku, tetapi artikel itu menjaga pembedaannya, karena sebuah tanda di halaman dan sebuah bunyi di telinga adalah kontrak yang berbeda dengan pembacanya.
Contoh-contoh artikel itu membentang dari Jo dalam Bleak House karya Dickens (wos, sed, wuns) sampai Li'l Abner karya Al Capp dan YgUDuh karya E. E. Cummings, yang baru masuk akal ketika dibaca dengan keras. Peringatan-peringatannya seterkenal perangkatnya sendiri: para kritikus, termasuk Denis R. Preston, berargumen bahwa ejaan semacam itu merendahkan pembicaranya, membuat seorang tokoh tampak kasar atau kurang terdidik alih-alih regional, dan bahwa ejaan ulang yang konsisten bisa membuat ucapan seorang tokoh tak terpahami. Bagi para novelis, disiplin kerjanya adalah tangan yang ringan: tandai irama dan registernya pada beberapa kata yang memikul beban, dan biarkan pikiran bebas tak langsung atau sintaks polos memikul sisanya, menjaga kecerdasan si tokoh tetap berada di kalimat-kalimatnya alih-alih pada ejaannya.
Sumber
- Wikipedia: Eye dialect fetched 2026-10-08