KANONARA

Gaya prosa

Head-hopping

Head-hopping adalah lompatan tanpa tanda di tengah adegan antara pikiran tokoh: adegan yang mulai di satu kepala dan meluncur ke kepala lain tanpa jeda.

Head-hopping adalah lompatan tanpa tanda di tengah adegan antara pikiran para tokoh: narasinya mulai di dalam kepala satu tokoh, apa yang ia takutkan, perhatikan, dan simpulkan, lalu meluncur tanpa jeda adegan ke kepala tokoh lain dalam adegan menerus yang sama. Ia terbaca sebagai kesalahan karena pembaca telah dibimbing membangun satu sudut pandang lalu merasa lantainya bergeser; pertanyaan-pertanyaan adegan itu, adegan siapa ini dan penilaian siapa yang bisa dipercaya, kehilangan jawabannya.

Pembedaannya dari narasi mahatahu penting dan sering terlewat. Sebuah narator mahatahu yang sungguhan adalah satu suara konsisten serba tahu yang mengunjungi tiap pikiran dengan otoritas yang sama; head-hopping adalah narasi terbatas, yang ditulis seolah dalam satu perspektif lalu melompat tanpa sikap naratorial itu. Uji praktisnya adalah apakah Anda bisa menunjuk naratornya. Pembawa-pembawanya yang lazim adalah kata kerja emosi yang dilekatkan pada tokoh yang salah dan tangkapan reaksi saat dialog yang melaporkan apa yang dipikirkan tokoh yang tertutup. Perbaikannya: nyatakan pemilik tiap adegan, akhiri adegannya dengan jujur bila sudut pandang lain benar-benar dibutuhkan, eksternalkan pikiran-pikiran yang lain sebagai perilaku yang terbaca, atau berkomitmen penuh pada mahatahu bila itu bukunya. Sudut pandang bergilir per bab, ditandai dengan nama tokohnya, bukan head-hopping; lompatan tanpa tanda di tengah adegan itulah yang terhitung. Pembahasan utuhnya ada di panduan head-hopping, dan sikap yang dilanggarnya dibahas di sudut pandang dan narasi orang ketiga.

Sumber

Lihat juga