Struktur cerita
Keadilan puitis
Perangkat tempat kebajikan pada akhirnya dibalas dan kesalahan dihukum, sering lewat putaran ironis yang tumbuh dari tindakan tokoh itu sendiri.
Keadilan puitis adalah "perangkat sastra dengan mana pada akhirnya kebajikan dibalas dan kesalahan-kesalahan dihukum", dan ia "sering disertai putaran takdir yang ironis yang berkaitan dengan tindakan tokohnya sendiri". Kritikus drama Thomas Rymer mencetuskan frasa itu dalam The Tragedies of the Last Age Consider'd (1678), menggambarkan bagaimana karya-karya semestinya mendorong perilaku moral dengan memperlihatkan kebaikan mengalahkan kejahatan, dan artikel menambahkan syarat logika: tokoh yang digerakkan keserakahan tidak boleh tiba-tiba berubah murah hati, karena alur harus mengikuti aturan moralitas sekaligus aturan logika.
Bagi seorang novelis, ia adalah kontrak tentang akhir: balasan dan hukuman harus tumbuh dari pilihan tokohnya sendiri, bukan datang dari luar. Putaran ironis yang sering menemaninya adalah mesin yang sama dengan ironi dramatik, dan pembayarannya sendiri biasanya mendarat sebagai plot twist.