KANONARA

Fiksi web

Fiksi berseri

Format penerbitan: satu karya lebih besar diterbitkan dalam episode berurutan, dari novel majalah Victoria sampai serial web masa kini.

Dalam kesusastraan, serial adalah format pencetakan dan penerbitan yang dengannya satu karya yang lebih besar, sering sebuah novel, diterbitkan dalam episode kecil yang berurutan. Bentuknya tua dan awet: penerbit abad ke-17 menjual fiksi episodik dalam fasikel murah, dan era Victoria menjadikannya dominan seiring melek huruf yang meningkat dan distribusi yang membaik menghidupi majalah-majalah. The Pickwick Papers karya Dickens (1836) "menetapkan kelayakan dan daya tarik format berseri", Uncle Tom's Cabin berjalan selama empat puluh pekan, Dumas meregangkan The Count of Monte Cristo menjadi 139 episode, dan Anna Karenina serta cerita-cerita Sherlock Holmes menjangkau pembaca lewat cara yang sama. Serialisasi ikut membentuk novel-novelnya sendiri: ia salah satu alasan utama novel abad ke-19 berjalan begitu panjang, karena penulis dibayar per episode dan bisa menyesuaikan diri terhadap reaksi pembaca di antaranya.

Serialisasi cetak meredup sepanjang era siaran, lalu internet membangkitkan format itu sepenuhnya, lewat arsip fan fiction, Wattpad, dan serial web seperti Worm karya Wildbow (2011). Penulis serial masa kini menjalankan mesin Victoria di rel yang baru: bab adalah episodenya, cliffhanger adalah kail di antara rilisan, dan seluruh ekosistemnya duduk di bawah fiksi web. Merawat sebuah cerita lintas episode untuk jangka panjang adalah urusan cara menulis seri, dan lanskap platform modernnya dibahas dalam platform fiksi web Jepang.

Sumber

Lihat juga