KANONARA

Struktur cerita

Tritagonis

Tokoh terpenting ketiga sebuah narasi, setelah protagonis dan deuteragonis; aktor ketiga dalam drama Yunani kuno.

Tritagonis adalah "tokoh terpenting ketiga sebuah narasi, setelah protagonis dan deuteragonis". Katanya adalah tritagōnistḗs dari Yunani Kuno, "aktor ketiga", dan dalam drama Yunani kuno tritagonis adalah "anggota ketiga dari rombongan pemeran". Perannya berdampak struktural: memindahkan bagian-bagian lawan kepada aktor ketiga membebaskan deuteragonis untuk memerankan sang kepercayaan, memperdalam adegan-adegan protagonis, dan peran itu "lazimnya jatuh kepada pemain dengan suara berjangkauan bas", setelah protagonis tenor dan deuteragonis bariton. Tritagonis bernama yang disebut artikelnya adalah para pemain: Aeschines, yang oleh Demosthenes dinilai tak berbakat dalam peran itu, dan Myniscus, tritagonis di bawah dramawan Aeschylus.

Dalam pemakaian modern, istilahnya memeringkat tokoh ketiga sebuah cerita: si pujaan, si rival, si mentor, siapa pun yang berdiri satu anak tangga di bawah pemeran utama kedua. Menamai anak tangga itu adalah keputusan pemeran ansambel, bab mana yang diberi sudut pandang dan berapa banyak interioritas yang dibelanjakan, dibahas dalam mengelola pemeran ansambel.

Sumber

Lihat juga