KANONARA

Gaya prosa

Reaksi viseral

Respons pertama tubuh yang tak sadar terhadap emosi (lambung jatuh, nadi berpacu, gelombang panas) yang dituliskan di halaman agar pembaca merasakannya sebelum tokohnya berpikir.

Reaksi viseral adalah "respons tubuh yang seketika dan tak sadar terhadap emosi": lambung yang jatuh, nadi yang berpacu, panas yang tiba sebelum pikiran. Katanya "semula merujuk organ-organ dalam tubuh", dan "tubuh bereaksi sebelum pikiran sadar sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi" (Writers in the Storm). Jeda itulah tekniknya: pembaca mengenali respons-respons itu "dari hidup mereka sendiri", jadi "sebuah tenggorokan yang merapatkan atau gelombang panas yang tiba-tiba menyampaikan perubahan emosional dengan cepat dan alami."

Kepenulisan memberinya slot yang tetap: empat tahap respons milik PenUltimate Editorial berjalan fisiologis, refleksif, emosional, rasional, "dalam urutan itu", yang tak sadar selalu lebih dulu, jadi "tulis apa yang paling cepat terjadi lebih dulu." Jerat-jeratnya adalah keausan dan ketidakcocokan: "berhati-hatilah saat mendeskripsikan reaksi viseral kepala, mata, jantung, paru-paru, dan lambung", bagian-bagian tubuh yang disebut begitu sering hingga basi. Dalam deep POV ia berpasangan dengan monolog interior, tubuh dulu, interpretasi kemudian; ia adalah wajah dalam dari bahasa tubuh.

Sumber

Lihat juga