Gaya prosa
Pun
Bentuk permainan kata yang memanfaatkan beberapa makna sebuah istilah demi efek humor atau retoris yang dimaksudkan.
Pun, "juga dikenal sebagai paronomasia", adalah "bentuk permainan kata yang memanfaatkan beberapa makna sebuah istilah", dilakukan "demi efek humor atau retoris yang dimaksudkan". Artikelnya mengurut mekanismenya: pun homofonik "memakai pasangan kata yang bunyinya serupa (homofon) tetapi tak bersinonim", pun homografik "memanfaatkan kata-kata yang ejaannya sama (homograf) tetapi memiliki makna dan bunyi berbeda", dan pun homonimik mengerjakan keduanya sekaligus. Kebiasaannya tua: Plautus "termasyhur akan pun dan permainan katanya", "pun dipakai para juru tulis untuk merepresentasikan kata dalam kuneiform" sekitar 2500 SM, dan Shakespeare "diperkirakan memakai lebih dari 3.000 pun dalam drama-dramanya", dengan Mercutio menghembuskan nafas terakhir di atas "Ask for me tomorrow, and you shall find me a grave man."
Bagi novelis, pun adalah karakterisasi lewat kecerdikan: tokoh-tokoh yang ber-pun mengumumkan diri mereka sendiri, dan majas ini bekerja lewat makna di tempat aliterasi dan asonansi bekerja lewat bunyi. Sepupu cabulnya adalah double entendre.
Sumber
- Wikipedia: Pun fetched 2026-10-20