Gaya prosa
Subteks
Makna yang mendasari atau tersirat, tak pernah dinyatakan gamblang, yang dipungut pembaca dari bawah permukaan dialog dan adegan.
Subteks adalah "makna yang mendasari atau tersirat yang, walau tak dinyatakan secara eksplisit, dipahami oleh audiens". Katanya sendiri mengatakan di mana ia tinggal: konten "sub", yakni "di bawah", dalam pengertian "tersembunyi di bawah" kata-kata yang tersurat, yang harus dipungut pembaca dengan "membaca di antara baris". Makna yang dinyatakan gamblang bukan subteks, dan artikel itu menamai mode kegagalannya, tulisan yang dicela terlalu "on the nose", tokoh-tokoh yang memang bermaksud apa yang harfiah mereka ucapkan, yang menggerus ketegangan dramatis. Konstantin Stanislavski mengembangkan konsep akting modernnya, memopulerkan "maksud yang tak diucapkan dan motivasi internal di bawah dialog", dan Hemingway "memanfaatkan subteks dalam karya-karyanya".
Bagi novelis, subteks adalah lapisan di bawah tiap adegan dialog: apa yang diinginkan tokoh dan tak mau ia katakan. Ia adalah kedalaman kerja teori gunung es, penghilangan yang menekan makna ke bawah permukaan, dan pikiran bebas tak langsung adalah salah satu mesin prosanya, narasi yang membawa apa yang tak pernah diumumkan tokoh.
Sumber
- Wikipedia: Subtext fetched 2026-10-16